Pengadilan Menolak Surat Penangkapan untuk Seungri dan Yoo In Suk

0
44

Pengadilan telah menolak permintaan untuk surat perintah penahanan praperadilan Seungri dan mantan CEO Yuri Holdings Yoo In Suk. Yoo In Suk bekerja sama dengan Seungri dalan beberapa bisnis termasuk klub Burning Sun, dan ia juga digambarkan sebagai tokoh berpengaruh di grup chat kontroversial.

Pada 14 Mei, Seungri dan Yoo In Suk menghadiri interogasi untuk menentukan validitas permintaan polisi untuk surat perintah penahanan praperadilan mereka. Surat perintah ini memungkinkan tersangka ditahan lebih dari 48 jam.

Kecurigaan yang tercantum pada permintaan termasuk jasa prostitusi, penggelapan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukuman Parah, dll. Kejahatan Ekonomi Khusus, dan pelanggaran Undang-Undang Sanitasi Makanan. Permintaan surat perintah untuk Seungri juga termasuk kecurigaan membeli layanan prostitusi.

Malam itu, Hakim Shin Jong Yeol dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengumumkan penolakan surat perintah penahanan praperadilan yang diminta.

Sehubungan dengan kasus Seungri, ia menjelaskan, “Ada ruang untuk sengketa sehubungan dengan kecurigaan utama, yaitu penggelapan. Juga, sulit untuk mengenali alasan penahanan, seperti potensi penghancuran bukti, sehubungan dengan kecurigaan yang tersisa.”

Sebelumnya, surat perintah penahanan praperadilan dikeluarkan untuk Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon, yang juga anggota grup chat. Surat perintah Jung Joon Young berkaitan dengan pembuatab dan berbagi video kamera tersembunyi, sedangkan surat perintah Choi Jong Hoon terkait dengan kecurigaan pemerkosaan yang semakin parah.

Tinggalkan Komentar!