Forbes : SM Entertaiment Sebagai Agensi Pembentuk Kpop

0
693

Majalah bisnis dunia, Forbes, mengungkapkan bahwa SM Entertainment merupakan salah satu faktor penting dalam berdirinya sejarah musik pop asal Korea Selatan atau K-pop. Dalam tulisannya, editor Andrew Salmon mencoba menuliskan alasan dan peran salah satu agensi tertua di Korea Selatan tersebut.

SM memulai fenomena K-pop pada tahun 1990an dengan training boot-camp-style untuk para trainee. Agensi ini memiliki 366 pekerja, dengan 300.000 peserta audisi dengan 12.000 lagu yang diolah tiap tahun yang merupakan jumlah terbesar untuk agensi hiburan Korea. Agensi yang mulai populer sekitar tahun 2000 ini, memiliki pemasukan sebesar $660 juta, jauh lebih besar daripada saingan terdekatnya, YG Entertainment. Hal ini yang menempatkan SM selama dua tahun berturut-turut dalam daftar 200 perusahaan terbaik di kawasan Asia Pasifik menurut Forbes dengan pendapatan tahunan di bawah USD $1 miliar.

Hallyu atau Korean Wave, kini menjadi budaya pop yang sangat digemari di Asia. SM juga menjadi agensi Korea pertama yang bergabung dengan agensi luar negeri, terutama Avex Group Jepang dengan TVXQ sebagai “peluru” utama. Mark Russell, penulis Pop Goes Korea yang juga bekerja untuk majalah musik Billboard mengatakan bahwa itu adalah kunci untuk membobol pasar musik 20 kali lebih besar dari Korea Selatan. Sampai hari ini, SM mengelola kantor di luar negeri, seperti di Jepang, China, Hong Kong, Thailand dan USA.

Namun walaupun begitu, SM sepertinya lebih fokus kepada pasaran Asia, yang merupakan pasaran terbesar dari musik pop Korea daripada ekspansi menuju negara – negara barat seperti Amerika Serikat. “K-pop bisa menjadi sangat laku di pasaran, tapi saya rasa itu tidak akan menerobos Musik Barat. Maksudku, mereka berusaha terlalu keras, dan mereka terlalu kaku, musik mereka hanyalah sebuah produk,” kata Daniel Tudor, penulis Korea: The Impossible Country.

Dari tiga label besar, SM dianggap paling ketat dan berstruktur, dan memiliki variasi musik yang besar dan tidak melulu untuk rock, rap dan electronica, menurut Russell. Sementara Han Dae-Soo, penyanyi senior berusia 65 tahun mengungkapkan bahwa SM Entertainment adalah perpaduan dari seni hiburan dan seni berbisnis.

Tinggalkan Komentar!